Health-Services
Archived Posts from this Category
Archived Posts from this Category
Posted by Bekti on 12 Jun 2006 | Tagged as: Earthquake, Health-Services
Telah 2 minggu gempa yang sangat dasyat mengguncang kota Yogyakarta dan sekitarnya, selama itu pulalah kami telah mambantu para korban dengan semua yang kami bisa upayakan, dan tentunya juga bantuan dari Bengkel Amal. Kemarin, tepatnya tanggal 9 dan 10 Juni kami Tim Medis GKJ Wates melakukan pengobatan ke berbagai pelosok daerah bencana.
Suasana pengobatan di Dusun Butuh, Imogiri, Bantul.
Pada 9 Juni tim medis kami bagi menjadi 2 kelompok, kelompok kedua bersama dengan dr. Ajie menuju Dusun Sabrangkali, Jogonalan, Klaten, disana kami melakukan pengobatan terhadap 52 orang dengan kebanyakan keluhan pegal-pegal, batuk pilek, dan lemas karena kurang vitamin. Hasil tersebut kurang memuaskan bagi kami tim medis tetapi karena kami berangkat terlalu siang, perjalanan yang cukup jauh serta kondisi obat-obat kami yang menipis, akhirnya kami memutuskan untuk pulang.
Pengobatan di Banguntapan, Bantul.
Sedangkan tim medis 1 yang dikomandani oleh Ibu Ninik berangkat lebih pagi menuju Manding di Bantul. Sesampainya di sana sangat terkejutlah kita, karena setelah 2 minggu pasca gempa bumi dusun tersebut belum tersentuh oleh tangan medis sehingga dari dusun tersebut saja kami mendapatkan pasien 120 orang. Hal yang sangat tragis bukan? Padahal dusun tersebut tidak begitu jauh dari kota Bantul, tepatnya berada di jalan Parangtritis km 13-14. Ironis bukan, dusun yang tidak begitu jauh dari kota, dengan akses jalan yang tidak terlampau sulit, tidak mendapat layanan medis pasca gempa, padahal mereka sangat membutuhkan layanan medis tersebut mengingat sampai sekarang masyarakat korban gempa masih takut untuk beristirahat di dalam rumah mereka (bagi yang masih punya rumah) sehingga tentu saja mereka beristirahat di dalam tenda, padahal hari-hari terakhir ini udara malam di Jogja sangat dingin. Hal ini tentu saja akan sangat mempengaruhi kondisi ketahanan tubuh mereka. Sehingga layanan medis tentu sangat mereka butuhkan.
10 Juni, tim medis kami dengan mengumpulkan semua persediaan obat-obatan akhirnya memenuhi syarat untuk melakukan layanan pengobatan, walaupun pagi itu kami harus berangkat hanya dengan 1 tim. Kami berangkat menuju Desa Srandakan, Bantul. tepatnya di sebelah barat kota bantul. Di desa ini kami mendapati bahwa mereka juga belum mendapatkan layanan medis pasca gempa, padahal telah 2 minggu. Sehingga di desa ini kami memperoleh 162 pasien pada 1 lokasi pengobatan. Kami tersentak akan hal ini, setelah kemarin kami mendapati suatu desa dengan 120 pasien, ternyata pada Desa Srandakan kami mendapati lebih banyak lagi bahkan hampir 1,5 kalinya.
Sampai saat ini kami telah melakukan pelayanan pengobatan bagi lebih dari 1000 orang pasien baik di Kabupaten Bantul maupun Jogja dan Klaten. Jumlah yang sangat banyak bukan??????
Riwayat lengkap data Perjalanan Tim Medis
Namun agaknya dan pasti masih banyak lagi desa-desa yang belum menerima layanan medis seperti kedua desa tersebut. Namun sekarang persediaan obat-obatan kami telah menipis. apa daya kami sekarang…. Posko Media Group yang selama ini menjadi tempat kami untuk memperoleh obat-obatan telah ditutup. Sehingga kami tidak dapat berbuat banyak lagi…
Kami hanya bisa menunggu uluran tangan untuk meneruskan kegiatan kami untuk memberikan layanan medis bagi mereka…
They still need Your Help….
Two weeks have passed since the tremendous earthquake shook Yogyakarta and its surrounding areas, it has also been two weeks since we have worked to help the victims with all our might, with the help of Bengkel Amal. Yesterday, June 9th and 10th to be exact, we, the Medical Team from GKJ Wates traveled to various disaster areas to provide medical assistance.
On June 9th we divided into 2 groups; the second group along with Dr. Ajie headed for Sabrangkali Village, Jogonalan, Klaten. There we gave medical care to 52 patients with the common conditions of aches, cough and cold, and exhaustion, from lack of proper vitamins. As a medical team, we weren’t satisfied with the turnout, but since we left for the area too late in the afternoon, as well as the long distance we had to travel and the scarcity of our medicine supply, we finally decided to return home.
Meanwhile the first medical group, with Ibu Ninik as its leader, left earlier in the day for Manding in Bantul. What we found there surprised us; after the two weeks since the earthquake, this village has not been reached by the medical community, leaving 120 patients for our team to help. Isn’t that a tragedy? In fact this village isn’t far from the city of Bantul, located on Parangtritis Road km 13-14. What an irony, a village that isn’t far from the town, with a fairly easy access road, hasn’t received any medical aid after the quake. Meanwhile many in the community are still too traumatized by the earthquake to be able to rest inside their homes (for those that still have one), instead choosing to find shelter under tents in the outdoors eventhough the climate at night in Yogyakarta these past few days have been chilly. This condition has certainly affected their immune system, causing these areas to rely on medical aid.
On June 10th, after gathering our resources of medical supply and medicine to fulfill the preconditions to be able to give medical assistance, we headed for Srandakan Village, Bantul, although we had to leave with only one team. The village is located west of Bantul. Here we also found that they have not received any medical aid since the earthquake, eventhough it has been two long weeks, resulting in 162 patients in one aid center. We were very much startled after the events of yesterday, finding 120 patients in one small village. It turns out that Srandakan village had almost 1.5 times that amount.
To this day, we have given medical services to over 1000 patients in the Bantul district, as well as Jogja and Klaten. Isn’t that an astounding amount?
Complete history and data of the Medical Team’s journey.
But it seems as though there will surely be many more villages that have not been reached by medical teams, such as the two villages we mentioned. But now, with our scarce supply of medicine, what can we do? … Posko Media Group which has been our source for obtaining these medicine has been closed. As a result, we can’t do much more…
We can only wait for kind hands to be able to continue our work here and give medical aid to those who direly need it…
They still need your help….